Ku sangka kita berbeza dan tidak ditakdirkan bersatu...
Walaupun perpisahan telah ku tahu...
Cinta yang abadi masih diharapkan olehku...
Seakan perpisahan menantiku bagaikan sebuah novel yang telah tertulis...
Perpisahan bagai hujan tak terjangka membuat aku tersentak...
Hingga kau kembali aku akan menanti...
Hingga kau kembali cuma seketika aku akan menangis...
Bila hujan melanda adakah ia titis air mata atau titis hujan...
Sesiapapun takkan mengetahuinya...
Sampai bila aku harus menanti...
Sampai bila aku harus dilukai...
Walau cukup terluka dan lebih sakit bagaikan mati, kau akan kunantikan...
Hingga kau kembali...
Ku sangka ia bukanlah penghujung dan ia bukannya begitu...
Perpisahan bagai hujan tak terjangka membuat aku tersentak...
Hingga kau kembali aku akan menanti...
Hingga kau kembali cuma seketika aku menangis...
Bila hujan melanda adakah ia titis air mata atau titis hujan...
Sesiapapun takkan mengetahuinya...
Sampai bila aku harus menanti...
Sampai bila aku harus dilukai...
Walau cukup terluka dan lebih sakit bagaikan mati, kau akan kunantikan...
Segalanya tetap seperti sediakala...
Cinta juga tetap seperti sediakala...
Namun entah mengapa kau yang kucinta tiada...
Kau telah katakan padaku hanya aku yang kau cinta...
Kau telah berjanji bahawa kita akan kekal selamanya...
Kau telah berjanji walaupun mati hanya aku yang kau cinta...
Jangan ucap selamat tinggal...
Cintaku seharusnya hanyalah untukmu...
Air mataku seharusnya hanyalah untukmu...
Setahun berlalu malah sepuluh tahun berlalu pun kau masih kunantikan...
Sampai bila aku harus menanti...
Sampai bila aku harus dilukai...
Walau cukup terluka dan lebih sakit bagaikan mati, kau akan kunantikan...
Hingga kau kembali...
No comments:
Post a Comment